Senin, 20 Januari 2014

Presipitasi

Presipitasi adalah kondisi dimana air yang terdapat di udara baik dalam bentuk gas atau uap air bahkan dalam bentuk awan, akan mengalami suatu keadaan jenuh atau kondensasi, sehingga berubah berbentuk hujan, salju, embun di pagi hari, atau kabut. Bentuk–bentuk Presipitasi: 

  1. Hujan, merupakan bentuk yang paling penting.
  2. Embun, merupakan hasil kondensasi dipermukaan tanah atau tumbuh-tumbuhan dan kondensasi dalam tanah. Sejumlah air yang mengembun di malam hari akan diuapkan dipagi harinya. Ini sangat berguna bagi tanaman, tetapi tidak memegang peranan penting dalam daur hidrologi, karena a)        jumlahnya tidak besar dan penguapannya dipagi buta. Kondensasi dalam tanah pada umumnya terjadi beberapa sentimeter saja dibawah permukaan tanah.
  3. Kondensasi di atas lapisan es terjadi jika ada massa udara panas bergerak di atas lapisan es tersebut.
  4. Kabut, pada saat ada kabut partikel–partikel air diendapkan di atas permukaan tanah dan tumbuh-tumbuhan. Kabut beku atau “rime” adalah merupakan endapan beku dari kabut. Kabur sangat penting bagi hutan, yang menurut penelitian di Jerman dapat menaikkan hujan tahunan (30 – 40 % di tengah hutan dan 100% di tepinya).
  5. Salju dan es.
Salah satu bentuk presipitasi yang terpenting di Indonesia adalah hujan. Maka dari itu untuk selanjutnya  yang akan kita bicarakan dalam presipitasi ini kita batasi pada hujan saja. Jika kita membicarakan dalam hujan ada 5 buah unsur yang harus ditinjau,  yaitu:

  1. Intensitas I, adalah laju hujan = tinggi air persatuan waktu, misalnya: mm/menit, mm/hari.
  2. Lama waktu ( duration ) t, adalah lamanya curah hujan ( durasi ) dalam menit atau jam.
  3. Tinggi hujan d, adalah jumlah atau banyaknya hujan yang dinyatakan dalam ketebalan air di atas permukaan datar, dalam mm.
  4. Frekuensi, adalah frekuensi kejadian, biasnya dinyatakan dengan waktu ulang (return period) T, misalnya sekali dalam T tahun.
  5. Luas adalah luas geografis curah hujan.

 Angka Presipitasi di  berbagai wilayah:


Hubungan antara intensitas, durasi dan tinggi hujan dinyatakan sebagai berikut:




Intensitas rata-rata i dirumuskan sebagai berikut:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar