Rabu, 22 Januari 2014

Konstruksi Balok Bersendi (Gerber)

Konstruksi Gerber merupakan konstruksi balok di atas beberapatumpuan, yang merupakan gabungan konstruksi balok gantung yang disambung dengan balok lain oleh sendi.
Untuk menghindari timbulnya momen lentur yang besar pada konstruksi yang mempunyai bentang yang lebar, seringkali digunakan penunjang diantara dua perletakan, sehingga konstruksi tersebut terletak diatas tiga perletakan. Dengan adanya perletakan ketiga itu konstruksi menjadi statis tak-tentu. Untuk mengembalikan sifat konstruksi itu menjadi konstruksi statis tertentu digunakan sambungan sendi.
Misalkan suatu konstruksi balok yang terletak di atas tiga perletakan, yaitu satu perletakan sendi dan dua perletakan geser, seperti pada Gambar 1. konstruksi dengan perletakan demikian akan menimbulkan empat buah reaksi. Untuk mencari reaksi tersebut diperlukan empat buah persamaan, sedangkan pada persamaan statis tertentu hanya ada tiga persamaan, maka konstruksi harus disambung dengan satu sendi S, agar dengan demikian terdapat tambahan persamaan, yaitu jumlah momen terhadap sendi S sama dengan nol.

Gambar 1. Konstruksi Balok Bersendi


Balok pada Gambar 1a, bentangan terlalu panjang, dapat dipasang satu prletakan di antara bentangan. Gambar 1b struktur menjadi statis tak-tentu tingkat satu, maka diperlukan satu tambahan sendi agar menjadi statis tertentu. Sendi tabahan diletakkan pada titik S, seperti pada Gambar 1c. Dengan demikian balok ACB menjadi suatu struktur yang stabil yang disebut struktur induk. Sedangkan balok SB merupakan bagian yang menumpang pada ACS, yang stabil, disebut struktur anak.
Konstruksi balok pada Gambar 1 mempunyai empat buah reaksi, yaitu HA, VA, VB, dan VC. Sedangkan persamaan reaksi yang dapat diturunkan berupa tiga persamaan statis tertentu ditambah satu persamaan momen terhadap S sama dengan nol. Dengan demikian keempat reaksi tersebut dapat dicari, yaitu menurut persamaan berikut:

Dengan empat persamaan tersebut, keempat reaksi dapat dicari, selanjutnya dapat digambarkan diagram gaya dalamnya.
Disamping itu ada cara menghitung menurut uraian seperti pada Gambar 1d. Konstruksi tersebut terdiri dari konstruksi induk ACS, dan struktur anak SB. Tentu SB menumpang pada konstruksi ACS.
Oleh karena beban yang bekerja merupakan gaya vertical, maka reaksinya juga berupa reaski vertikal saja, reaksi horizontal sama dengan nol. Beban pada bagian SB ditumpu oleh perletakan B dan S. Reaksi pada
sendi S merupakan beban bagi konstruksi bagian ACS merupakan konstruksi balok dengan pinggul CS. Dengan cara yang sudah dikenal ketiga reaksi perletakannya dapat dihitung dan diperoleh hasilnya.
Pada balok SB :

Pada balok ACS:
Konstruksi balok di atas merupakan gabungan balok gantung ACS dan balok sederhana SB, sehingga persamaan momen lentur dan gaya lintang dapat diselesaikan seperti biasanya.
Persamaan gaya dalam pada bagian CS bila diturunkan dari kiri, sebagai berikut :
Persamaan gaya dalam pada bagian CS bila diturunkan dari sebelah kanan berbentuk sebagai berikut:
Diagram gaya dalam pada konstruksi bersendi dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Diagram Gaya Dalam Konstruksi Bersendi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar