Kamis, 16 Januari 2014

Pemanfaatan Air untuk Irigasi

Irigasi adalah semua atau segala kegiatan yang mempunyai hubungan dengan usaha untuk mendapatkan air guna keperluan pertanian. Usaha yang dilakukan tersebut dapat meliputi: perencanaan, pembuatan, pengelolaan, serta pemeliharaan sarana untuk mengambil air dari sumber air dan membagi air tersebut secara teratur dan apabila terjadi kelebihan air dengan membuangnya melalui saluran drainasi. Sedangkan menurut PP No.20 Tahun 2006 Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian.
Secara garis besar, tujuan irigasi dapat digolongkan menjadi 2 (dua) golongan, yaitu: 
  1. Tujuan Langsung, yaitu irigasi mempunyai tujuan untuk membasahi tanah berkaitan dengan kapasitas kandungan air dan udara dalam tanah sehingga dapat dicapai suatu kondisi yang sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan tanaman yang ada di tanah tersebut.
  2. Tujuan Tidak Langsung, yaitu irigasi mempunyai tujuan yang meliputi : mengatur suhu dari tanah, mencuci tanah yang mengandung racun, mengangkut bahan pupuk dengan melalui aliran air yang ada, menaikkan muka air tanah, meningkatkan elevasi suatu daerah dengan cara mengalirkan air dan mengendapkan lumpur yang terbawa air, dan lain sebagainya
Irigasi juga dapat didefinisikan sebagai suatu cara pemberian air, baik secara alamiah ataupun buatan kepada tanah dengan tujuan untuk memberi kelembapan yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 


Cara Pemberian Air Irigasi
Pemberian air irigasi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
Secara alamiah:
  • Secara alamiah air disuplai kepada tanaman melalui air hujan.
  • Cara alamiah lainnya, adalah melalui genangan air akibat banjir dari sungai, yang akan menggenangi suatu daerah selama musim hujan, sehingga tanah yang ada dapat siap ditanami pada musim kemarau.
Secara buatan:
Ketika penggunaan air ini mengikutkan pekerjaan rekayasa teknik dalam skala yang cukup besar, maka hal tersebut disebut irigasi buatan (Artificial Irrigation).
Sedangkan Irigasi buatan (Artificial Irrigation) secara umum dapat dibagi dalam 2 (dua) bagian :
  1. Irigasi Pompa (Lift Irrigation), dimana air diangkat dari sumber air yang rendah ke tempat yang lebih tinggi, baik secara mekanis maupun manual.
  2. Irigasi Aliran (Flow Irrigation), dimana air dialirkan ke lahan pertanian secara gravitasi dari sumber pengambilan air.

Metode Irigasi Lahan Pertanian
Di era modern ini sudah berkembang berbagai macam jenis metode irigasi untuk lahan pertanian. Ada 4
jenis irigasi yang banyak ditemui saat ini yaitu:
Irigasi permukaan (Surface Irrigation)
Irigasi permukaan merupakan jenis irigasi paling kuno dan pertama di dunia. Irigasi ini dilakukan dengan cara
mengambil air langsung dari sumber air terdekat kemudian disalurkan ke area permukaan lahan pertanian
mengggunakan pipa/saluran/pompa sehingga air akan meresap sendiri ke pori-pori tanah. Sistem irigasi ini
masih banyak dijumpai di sebagian besar masyarakat Indonesia karena tekniknya yang praktis. 


Irigasi Bawah Permukaan (Sub Surface Irrigation)
Irigasi bawah permukaan adalah irigasi yang dilakukan dengan cara meresapkan air ke dalam tanah dibawah zona perakaran tanaman melalui sistem saluran terbuka maupun dengan pipa bawah tanah.


Irigasi Pancaran (Sprinkle Irrigation)
Irigasi pancaran adalah adalah irigasi modern yang menyalurkan air dengan tekanan sehingga menimbulkan tetesan air seperti hujan ke permukaan lahan pertanian. Pancaran air tersebut diatur melalui mesin pengatur baik manual maupun otomatis. Sistem ini banyak digunakan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, New Zealand dan Australia. Selain untuk pengairan, sistem ini juga dapat digunakan untuk proses pemupukan.


Irigasi Tetes (Drip Irrigation)
Irigasi tetes adalah sistem irigasi dengan menggunakan pipa atau selang berlubang dengan menggunakan tekanan tertentu yang nantinya air akan keluar dalam bentuk tetesan  langsung pada zona perkaran tanaman. 


Manfaat Irigasi
Adapun manfaat dari suatu sistem irigasi, adalah:
  1. Untuk membasahi tanah, yaitu pembasahan tanah pada daerah yang curah hujannya kurang atau tidak menentu.
  2. Untuk mengatur pembasahan tanah, agar daerah pertanian dapat diairi sepanjang waktu pada saat dibutuhkan, baik pada musim kemarau maupun musim penghujan.
  3. Untuk menyuburkan tanah, dengan mengalirkan air yang mengandung lumpur & zat – zat hara penyubur tanaman pada daerah pertanian tersebut, sehingga tanah menjadi subur.
  4. Untuk kolmatase, yaitu meninggikan tanah yang rendah / rawa dengan pengendapan lumpur yang dikandung oleh air irigasi.
  5. Untuk pengelontoran air, yaitu dengan mengunakan air irigasi, maka kotoran/ pencemaran/limbah/sampah yang terkandung di permukaan tanah dapat digelontor ketempat yang telah disediakan (saluran drainase) untuk diproses penjernihan secara teknis atau alamiah.
  6. Pada daerah dingin, dengan mengalirkan air yang suhunya lebih tinggi dari pada tanah, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan proses pertanian pada musim tersebut.


Keuntungan Dibangunnya Irigasi
Keuntungan dari pada dibangunannya suatu sistem irigasi dan bangunannya, secara umum adalah sebagai
berikut:
Mengatasi kekurangan pangan / bahaya kelaparan.
     1.  Sifat hujan ini hanyalah musiman dan sering tidak tentu.
     2.  Keterbatasan kondisi kemampuan para petani dipedesaan yang amat rendah dan bahkan sedikit
          punya kelebihan persediaan bahan makanan, maka pada musim paceklik / kemarau yang panjang
          akan mengakibatkan terjadinya bahaya kelaparan.
     3.  Dengan adanya jaringan irigasi, ketersediaan air lebih terjamin.

Meningkatkan produksi dan nilai jual hasil tanaman.
     1.  Produksi dari hampir semua jenis tanaman akan meningkat, dengan adanya pemberian air yang tepat
          waktu dan tepat jumlah.
     2.  Dengan melakukan percobaan-percobaan kita dapat mengetahui kebutuhan air yang opotimum untuk
          suatu jenis tanaman pada daerah tertentu, sehingga dapat dihasilkan tingkat produksi tanaman yang
          paling maksimum.
     3.  Pemberian air yang kurang ataupun melebihi jumlah air yang diperlukan akan menurunkan tingkat
          produksi tanaman tersebut.
     4.  Ketika ketersediaan air terjamin secara terus menerus, maka tanaman-tanaman yang unggul/lebih baik
          secara alamiah akan mengungguli tanaman yang kurang baik, sehingga yang tertinggal adalah tanaman
          tanaman yang unggul yang lolos dari seleksi alam. Dengan demikian hasil produksinyapun akan lebih
          baik dalam hal kualitas.
     5.  Dengan kualitas produksi yang lebih baik akan meningkatkan nilai jual dari tanaman tersebut.
     6.  Berkurangnya/menghilangnya tanaman campuran (mixed cropping). 

Peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Indonesia dengan penduduknya yang hampir mencapai 200 juta jiwa, sebagian besar menggantungkan
hidupnya dari sektor pertanian. Dengan terjaminnya serta dapat berkembangnya sektor pertanian, berarti
akan membantu pemerintah secara nyata dalam meningkatkan Produk Domestik Bruto (GDP), hal ini
terbukti dimana pada saat krisis moneter yang baru saja kita alami ternyata sektor pertanianlah yang paling
sedikit terpengaruh bahkan dapat berjaya, seperti coklat, kopi, dll.

Pembangkit Tenaga Listrik.
Pada proyek yang direncanakan terutama untuk irigasi, penambahan sebagai pembangkit tenaga listrik
biasanya dapat dilakukan dengan biaya yang relatif tidak terlalu besar. Pada proyek besar sekarang ini
biasanya direncanakan dari awal sudah untuk irigasi dan pembangkit tenaga listrik.

Transportasi Air (Inland Navigation).
Saluran irigasi dapat dipergunakan sebagai prasarana transportasi air. Pada saat ini hal tersebut masih / sudah
jarang dilakukan, karena faktor kecepatan yang kurang, tetapi dari segi biaya maka transportasi air (Inland
Navigation) adalah sarana tranport yang paling murah, sehingga dapat mengurangi beban transportasi darat
yaitu jalan raya atau kereta api.

Efek terhadap Kesehatan
Dampak langsung dengan adanya saluran irigasi adalah meningkatnya kelembaban, sehingga akan
membangkit-kan bahaya malaria, kecuali dilakukan langkah-langkah pencegahan seperti tersedianyan
fasilitas drainage yang baik, tidak membiarkan adanya genangan pada bekas galian (Borrow Pit), dll.,
sehingga efek kelembaban dapat diminimalisir. Dampak tidak langsung adalah mengurangi tingkat kegagalan
panen dan meningkatkan produksi pangan, sehingga akan meningkatkan gizi penduduk.

Supply Air Baku.
Pada beberapa daerah yang terpencil, saluran irigasi kadang-kadang merupakan satu-satunya sumber air
untuk keperluan domestik karena sumur yang ada harus digali yang dalam untuk mendapatkan air.

Peningkatan Komunikasi / Transportasi.
Pada semua saluran irigasi yang penting biasanya disediakan jalan inspeksi untuk melakukan pengontrolan,
Jalan ini biasanya bukan jalan umum dan mempunyai konstruksi yang sederhana, tetapi kadang-kadang
didaerah pedalaman jalan ini adalah satu-satunya jalan yang tersedia.

 Perundangan yang Mengatur tentang Pemanfaatan Air untuk Irigasi
Peraturan yang mengatur tentang pemanfaatn air untuk irigasi ada beberapa, yaitu:
   1.  Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air
   2.  Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi
   3.  Peraturan Menteri PU Nomor 30 Tahun 2007 tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sistem
        Irigasi Partisipatif (PPSIP)
   4.  Peraturan Menteri PU Nomor 32 Tahun 2007 tentang OP Jaringan Irigasi

(Ingin tahu contoh pemanfaatan air untuk irigasi, buka atau cari saja "Contoh Pemanfaatan Air untuk Irigasi"
di blog ini, Terimakasih) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar