Senin, 17 November 2014

Prinsip Kerja System AC

Pada prinsipnya proses pendinginan AC tidak jauh berbeda dengan lemari pendingin (kulkas). hanya pada AC pemindahan panas di perlukan energi tambahan yang besar, mula2 panas dari udara di dalam ruang di serap oleh evapulator, lalu panas dari evapulator di serap oleh kompresor dan selanjutnya di pompakan ke kondensor, dan dari kondensor di pisahkan atau di buang ke luar ruangan. Udara yang diserap berubah  temperaturnya, kemudian udara di kembalikan ke ruang dengan bantuan kipas (blower) dan bercampur dengan udara ruangan. Secara umum gambaran mengenai prinsip kerja AC adalah:
  1. penyerapan panas oleh evapulator
  2. pemompaan panas oleh kompresor
  3. pelepasan panas oleh kondensor
  4. serta adanya proses ekspansi (di dalam AC biasanya Pipa kapiler)
Proses selanjutnya berkaitan dengan tekanan. Dengan di berikan tekanan yang di berikan bahan pendingin (refrigent) dapat di ubah wujudnya dari uap menjadi cair sehingga titik didih dan titik
embun dapat di aturnya. Karena ha ini berpengaruh besar terhadap proses perpindahan panas yang terjadi pada AC.
Simplenya, proses dingin muncul sebagai akibat adanya perubahan panas yang berpindah dari ruang yang temperaturnya tinggi ke temperatur yang rendah yang di perlukan energi tambahan.






Evaporator
Evaporator bagian yang bertekanan rendah/bersuhu rendah, berfungsi untuk menyerap panas sehingga terjadi proses penguapan.proses penyerapan yang dilakukan oleh evaporator berkaitan dengan temperatur ruangan sekitar 75F biasanya di pakai bahan pendingin (refrigent) yang mempunyai titik didih sekitar 40F. Panas yang di gunakan untuk mengubah wujud bahan pendingin dan untuk menaikan temperatur uap lanjut yang di ambil dari udara mengakibatkan udara yang meninggalkan pipa evaporator berubah menjadi titik embun dan suhunya menjadi lebih dingin. Oleh karena itu, pada pipa evaporator terjadi titi-titik air yang berasal dari pengembunan uap air di udara.  Dalam konsep perpindahan panas menjadi dingin evaporator merupakan bagian yang dalam di mekanisme ini. Proses percepatan yang terjadi tergantung dari beberapa faktor yaitu:
  1. Bahan pipa,
  2. Luas permukaan,
  3. Faktor film (kerak)/sirip-sirip
  4. Bahan pendingin dan
  5. Konstruksi pipa evaporator.

Kompresor
Bagian yang bertekanan tinggi / bersuhu tinggi, berfungsi sebagai pompa uap yang memindahkan udara dari ruangan yang akan didinginkan ke ruangan lain. Besarnya tenaga yang di perlukan tergantug dari perbedaan temperatur yang ada, semakin tinggi temperatur yang di pompakan semakin besar tenaga yang di keluarkan oleh kompresor, dimana tugasnya adalah menghasilkan fluida bertekanan tinggi, tugas lainnya adalah menaikan temperatur.

Kondensor
Kondensor merupakan alat untuk melepaskan panas, panas dari udara dalam ruangan yang di serap oleh refrigent di evaporator setelah melalui proses pemadatan lalu di lepaskan oleh kondensor di letakan di bagian luar ruangan, Kondensor bersuhu dan bertekanan lebih tinggi dari evaporator. Kalau pada evaporator refrigent berubah dari cair ke gas (uap) maka pada refrigent disini wujudnya di ubah dari gas menjadi cair, media pelepasan panas adalah udara.

Ekspansi
Bagian yang berfungsi untuk untuk menurunkan tekanan dan suhu, yang juga di gunakan untuk mengatur jumlah cairan refrigent yang masuk ke dalam evaporator  Alat inii terletak di antara evaporator dan kondensor. Refrigent yang keluar dari kondensor mempunyai suhu dan bertekanan tinggi, sedangkan refrigent yang masuk ke dalam evapurator harus memiliki suhu dan tekanan rendah. Oleh karena itu untuk menurunkan suhu dan tekanan tinggi ini diprlukan suatu alat ekspansi.

Menentukan AC untuk Ruangan
Kita ketahui bahwa tujuan untuk pemasangan AC tidak lain dan tidak bukan yaitu agar ruang-ruangan / kamar yang kita tempati mendapat udara yang sejuk, cuaca yang panas di daerah kota serta sulitnya membuat ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, membuat orang sangat tidak nyaman berada di ruangan yang tidak ber-AC. Sebelum menentukan / ingin melakukan pemasangan AC ada baiknya kita ketahui beberapa hal tentang; Daya pendinginan AC (BTU/h – British Thermal Unit/hour), Daya listrik (watt), dan PK kompresor. Hal yang paling di kenal untuk sebutan AC adalah PK lalu apakah PK itu sendiri? PK (Paard kracht/ Daya Kuda/Horse Power (HP) pada AC. PK adalah satuan daya pada kompresor, dan memang PK lebih di kenal dan sering di sebut untuk menetukan kapasitas AC daripada BTU/hr. lalu bagaimana cara menentukan berapa besar kapasitas AC pada ruangan yang akan kita pasang, ini penting kita ketahui agar AC yang kita pasang bisa mendinginkan ruangan dengan baik dan maksimal.



Rumus Perhitungan Pendingin
Jika anda tidak mengetahui berapa kapasitas pendinginan untuk ruangan / kamar tidur yang ingin anda pasangi ac, berikut ini saya berikan rumus perhitungan kapasitas pendinginan untuk ruangan / kamar tidur anda :1 ton refrigerasi = 12.000 Btu /jam1 ton refrigerasi = 3,51 kw pendingin (12000/3414 = 3,51) biasanya untuk 1 ton pendinginan, evaporator membutuhkan volume udara sekitar 400 cfm (cubic feet per minute) Kapasitas pendinginan ac harus disesuaikan dengan ukuran ruangan yg ingin anda pasangi ac, rumusnya adalah : P x L x 500/800 = .....PK, Jika ruangan kamar tidur anda Panjangnya 4 meter dan lebarnya 3 meter, berarti 4 meter x 3 meter x dengan 500/800 = 0.75 PK, berarti ac yg harus anda pasang adalah 3/4 PK.atau bisa juga anda gunakan rumus P x L x 500 BTU = Kapasitas ac yang anda butuhkan, atau bisa juga dengan rumus 37 meter = 12.000 BTU. kode kapasitas pendinginan ac berbeda-beda pada tiap merk ac, contoh merk National / Panasonic menggunakan kode cs/cw 05 = 1/2 PK, 07 = 3/4 PK, 09 = 1 PK, 12 = 1.5 PK dan 18 = 2 PK. Sedangkan untuk Merk Daikin FT 20 = 3/4 PK, FT 25 = 1 PK, FT 35 = 1.5 PK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar