Sabtu, 31 Agustus 2013

Struktur Jalan Rel

A. Definisi Struktur Jalan Rel
1. Cakupan Prasarana Kereta Api
Berdasarkan UU No.13 Tahun 1992 yang tertuang dalam Bab I Pasal 1 ayat 7, prasarana kereta api adalah jalur dan stasiun kereta api termasuk fasilitas yang diperlukan agar sarana kereta api dapat dioperasikan. Fasilitas penunjang kereta api adalah segala sesuatu yang melengkapi penyelenggaraan angkutan kereta api yang dapat memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi pengguna jasa angkutan kereta api. Prasarana kereta api lebih terperinci lagi dapat digolongkan sebagai:
  1. Jalur atau jalan rel,
  2. Bangunan stasiun,
  3. Jembatan,
  4. Sinyal dan telekomunikasi.
Untuk kajian di bidang ketekniksipilan, lebih banyak terfokus kepada prasarana kereta api pada pembangunan jalur atau jalan rel, bangunan stasiun dan jembatan. Meskipun demikuan, dalam lingkup kajian

Kamis, 29 Agustus 2013

Wheel Loader

Wheel Loader

Wheel Loader adalah salah satu alat muat yang kini banyak digunakan, sebab gerakannya lincah; tetapi jika digunakan untuk menangani daerah yang berlumpur atau berbatu tajam, maka sebaiknya roda-roda karetnya dilindungi dengan rantai baja.
Bucket pada Wheel Loader digunakan untuk: menggali, mengangkat, dan mengangkut kesuatu tempat yang

Bucket Wheel Excavator (BWE)

Bucket Wheel Excavator (sering disingkat BWE) adalah alat gali untuk pemindahan tanah, alat ini sesuai untuk digunakan pada material tanah penutup, baik itu berupa lapisan tipis maupun lapisan yang tebal, terutama jika berupa tanah, lempung, pasir, maupun material serpihan yang lunak.
BWE merupakan salah satu alat gali yang bekerja secara terus menerus, umumnya dapat digunakan dengan baik di atas, di bawah, maupun pada lantai kerjanya; hasil penggalian kemudian dilimpahkan ke Belt Conveyor.
Penggalian oleh BWE dilakukan oleh sebuah boom yang pada ujungnya terdapat roda besar yang sekelilingnya dipasang mangkuk-mangkuk. Boom beserta mangkuk-mangkuk yang berputar pada roda itu ditekan ke arah material yang digali. Jumlah mangkuk berkisar antara enam sampai 12 buah, sehingga penggalian dengan BWE dapat dilakukan secara terus menerus.

Bucket Wheel Excavator (BWE)

Dragline

Dragline

Alat ini hanya dipakai maksimum untuk batuan yang relatif lunak atau yang sudah lepas (loose materials), jadi bukan digunakan pada lapisan batuan keras dan kompak. Dragline dipakai untuk meggali material yang berada di bawah tempat alat itu berdiri. Alat penggerak yang dipakai persis sama seperti Power Shovel.
Ukuran Dragline ditentukan oleh besar mangkuk (bucket) yang terpasang; ukuran kecil memiliki mangkuk

Power Shovel

Power Shovel

Power Shovel merupakan skop mekanis yang amat besar. Alat ini digerakkan oleh mesin uap, mesin bensin, mesin diesel, atau dapat juga motor listrik. Ukuran alat ini ditentukan oleh besarnya sekop yang dapat digerakkan, baik dalam arah horisontal maupun vertikal. Ukuran skop Power Shovel kecil berkisar ½ sampai 2 yard3 (1 yard = 3 ft = 90 cm) atau sekitar 0,36 m3 sampai 1,56 m3; ukuran sedang berkisar 2 sampai 8 yard3 ( 1,56-18,2 m3), dan ukuran besar 8 – 35 yard3 (18,2 – 25,5 m3).

Alat Pengangkut (Hauling Units)

Alat pengangkut sangat mempengaruhi kelancaran operasional proyek, salah satu untung/rugi suatu proyek dipengaruhi oleh kelancaran sarana angkutan yang tersedia. Ada bermacam-macam alat angkut yang dapat digunakan untuk kegiatan kegiatan pemindahan material dan karyawan seperti:
1. Truck Jungkit (Dump Truck)

Truck Jungkit (Dump Truck)

2. Power Scrapper

Power Scrapper

Power Scrapper

Power Scrapper

Kemampuan Power Scrapper: (1) dapat menggali dan mengisi muatannya sendiri, (2) mengangkut ke tempat yang telah ditentukan, lalu (3) menyebar dan meratakan muatan itu.
Menggali dan Mengisi
Untuk memperoleh hasil kerja yang maksimal harus dilakukan dengan cara: (a) Pusher Loading, (b) Down Hill Loading, dan (c) Straddle Loading.
Pusher Loading
Power Scrapper sebenarnya dapat mengisi muatan tanpa bantuan alat lain, tetapi memakan waktu yang lama. Oleh karena itu pengisian muatan sebaiknya dibantu oleh Buldoser. Dalam Pusher Loading perlu diperhatikan beberapa hal yaitu:
  1. Pekerjaan harus dilakukan minimum dengan kecepatan 10 ft/ detik, agar laju Power Scrapper tak terhambat oleh tatanan material yang sedang digali.
  2. Harus dilakukan sinkronisasi kecepatan antara Power Scrapper dan Buldoser yang digunakan.

Buldoser

Alat ini merupakan alat berat yang sangat kuat untuk pekerjaan pekerjaan: penggalian tanah (excavator), mendorong tanah, menggusur tanah (dozer), membantu pekerjaan alat-alata muat, dan pembersihan lokasi (land clearing).

Kegunaan
Kegunaan Buldoser sangat beragam antara lain untuk:
  1. Pembabatan atau penebasan (cleraring) lokasi proyek
  2. Merintis (pioneering) jalan proyek
  3. Gali/ angkut jarak pendek
  4. Pusher loading
  5. Menyebarkan material
  6. Penimbunan kembali
  7. Trimming dan sloping
  8. Ditching
  9. Menarik
  10. Memuat
Sebagai alat pembabat atau penebang
Buldoser mampu membersihkan lokasi dari semak-semak, pohon besar/ kecil, sisa pohon yang sudah ditebang, menghilangkan/ membuang bagian tanah atau batuan yang menghalangi pekerjaanpekerjaan selanjutnya. Seluruh pekerjaan ini dapat dikerjakan sebelum pemindahan tanah itu sendiri dilakukan atau dikerjakan bersama-sama.
Pembabatan ada beberapa cara, tergantung dari keadaan lapangan; bila daerah itu hanya ditumbuhi semak dan pohon kecil dengan diameter yang kurang dari 10 cm, cukup langsung didorong. Kalau diameternya

Selasa, 20 Agustus 2013

Metode Pelaksanaan Pemasangan Gelagar dan Plat Jembatan

Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan pemasangan gelagar, dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi jembatan selesai.

Pelaksanaan Pemasangan Gelagar
Gelagar jembatan itu sendiri mempunyai fungsi sebagai pemikul beban bergerak (kendaraan mobil, kereta api, dan manusia). Gelagar ini dapat dibuat dari beton, baja, atau kayu. Tetapi dalam metode pelaksanaan ini membahas menggunakan gelagar beton. Penggunaan dari bentuk gelagar yang dilaksanakan sebagai pekerjaan yang ini perlu diperhitungkan kemiringan sudutnya yang diberikan dalam persamaan trigonometri. Dalam perencanaan pembangunan jembatan ini diperlukan perencanaan awal yang matang, salah satunya adalah perencanaan gelagar. Pekerjaan pemasangan gelagar dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi jembatan selesai. Pelaksanaan pekerjaan pemasangan gelagar terdiri dari:

Menurunkan gelagar dan plat dari kendaraan truk trailer menggunakan crane.


Untuk perakitan gelagar jembatan ini dibutuhkan suatu daerah persiapan yang mempunyai panjang sebesar

Senin, 19 Agustus 2013

Menyusun Time Schedule dan Kurva S

Perencanaan (Shceduling) merupakan bagian terpenting untuk mencapai keberhasilan proyek konstruksi. Pengaruh perencanaan terhadap proyek konstruksi akan berdampak pada pendapatan dalam proyek itu sendiri. Hal ini dikuatkan dengan berbagai kejadian dalam proyek konstruksiyang menyatakan bahwa perencanaan yang baik dapat menghemat ± 40% dari biaya proyek, sedangkan perencanaan yang kurang baik dapat menimbulkan kebocoran anggaran sampai ± 400%.
Sering terjadi ketidaktepatan persepsi oleh pihak industri konstruksi antara “perencanaan” dan “penjadwalan”. Kedua kata tersebut sering disatukan dan digunakan untuk menyebut jabatan seseorang dalam unit usaha “perencanaan dan penjadwalan”. Arti sesungguhnya dari keduanya sangat berlainan meskipun tetap saling berkaitan. “Penjadwalan” digunakan untuk menggambarkan “proses” dalam proyek konstruksi dan merupakan bagian dari “perencanaan”.
Keterkaitan antara perencanaan dan penjadwalan dapat diilustrasikan sebagai berikut. Perencanaan pondasi dari sebuah bangunan mencakup beberapa fungsi yang terkait, yaitu fungsi estimasi, penjadwalan, pengendalian. Perencanaan adalah proses pengambilan keputusan dari berbagai alternative yang mungkin, misalnya metoda konstruksi yang tepat dan urutan kerjanya. Proses ini nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan kegiatan estimasi dan penjadwalan dan selanjutnya sebagai tolok ukur untuk pengendalian proyek. Penjadwalan adalah kegiatan untuk menentukan waktu yang dibutuhkan dan urutan kegiatan serta menentukan waktu proyek dapat diselesaikan. Penjadwalan merefleksikan perencanaan dan oleh karenanya perencanaan harus dilakukan lebih dahulu.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)

Rencana Kerja dan Syarat atau yang sering disebut RKS merupakan dokumen yang berisi sekumpulan persyaratan baik persyaratan administratif maupun persyaratan teknis yang diberlakukan pada perencanaan bangunan tertentu.
Pada umumnya RKS terdiri atas RKS administrasi dan RKS teknis. RKS Administratif terdiri dari persyaratan administrasi dan umum. Sedangkan RKS Teknis terdiri dari RKS Arsitektural, RKS Struktural, dan RKS Mekanikal Elektrikal (ME). Susunan daftar isi dalam sebuah dokumen RKS pada amumnya terdiri atas pasal-pasal. Setiap pasal menjelaskan tentang definisi maupun kriteria tertentu. Pada setiap pasal dalam RKS Teknis, berisi tentang:
  1. Lingkup pekerjaan
  2. Persyaratan bahan
  3. Pedoman Pelaksanaan
  4. Syarat-syarat pelaksanaan standar yang dipakai
  5. Pengujian
Selain itu, di dalam dokumen RKS juga disebutkan dan ditentukan SNI yang dipakai maupun standar persyaratan bahan.

Gambar yang Dibutuhkan untuk Merencanakan dan Membuat Bangunan

Merencanakan atau membuat suatu bangunan dibutuhkan beberapa jenis gambar teknik yang saling berkaitan dan saling melengkapi, yaitu:
Gambar Sketsa

Contoh Gambar Sketsa

Gambar sketsa adalah hasil pemikiran pertama berdasarkan data informasi yang diterima dalam perencanaan suatu bangunan. Gambar sketsa merupakan gambar yang jelas tentang denah pembagian ruangan, bentuk bangunan (biasanya gambar perspektif), serta kemungkinan pelaksanaannya.

Gambar Bangunan

Sebelum masa pembangunan, sebuah bangunan gedung akan melalui tahap perencanaan. Sebagai alat komunikasinya digunakanlah gambar-gambar yang memberikan ilustrasi tentang gedung tersebut nantinya. Selain untuk menampilkan wujud fisik bangunannya, gambar-gambar ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan struktur bangunan dan sistem utilitas di dalamnya sehingga selain bangunan tersebut terlihat indah, juga aman dan nyaman untuk ditempati. Semakin rumit wujud dan fungsi bangunan, maka akan semakin banyak gambar yang dibutuhkan sehingga memudahkan dalam pelaksanaan konstruksi nantinya. Selama proses perencanaan hingga selesainya pekerjaan, dikenal beberapa jenis gambar, yaitu :
  1. Gambar Perencana: Gambar yang dihasilkan dari pemikiran dari para perencana seperti arsitek, engineer struktur, mekanikal dan elektrikal. Gambar perencanaan merupakan imajinasi dari para perencana yang digunakan sebagai alat komunikasi dengan pemilik pekerjaan sehingga pemilik pekerjaan dapat mengetahui sejauh mana bangunan yang direncanakan tersebut memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Karena itu gambar perencanaan akan mengalami banyak perubahan hingga pada

Penulangan Balok Kantilever

Balok kantilever adalah balok yang salah satu ujungnya terdapat tumpuan jepit dan ujung lain menggantung (bebas). Balok kantilever yang menahan beban gavitasi menerima momen negatif pada keseluruhan panjang balok tersebut. Akibatnya tulangan balok kantilever ditempatkan pada bagian atas atau sisi tariknya seperti yang diperlihatkan pada gambar A. Untuk batang seperti pada gambar, momen maksimum terjadi pada penampang di bagian peletakan. Akibatnya sejumlah besar tulangan diperlukan pada titik ini. Tulangan tidak tidak dapat hanya sampai pada tumpuan, harus dipanjangkan atau diangkur pada beton di sebelah luar tumpuan. Perpanjangan ini disebut sebagai panjang penyaluran (development length). Panjang penyaluran

Penulangan Plat Lantai

Bersama balok dan kolom, pelat melengkapi ketiga elemen dasar dari bangunan pada umumnya. Pelat dapat terdiri atas unit pra cetak atau sebagian beton yang dicor setempat sedapat mungkin monotolit (menjadi satu) dengan balok pendukungnya. Disini akan dibahas tentang elemen terakhir yaitu pelat.
Sifat pelat di bawah suatu pembebanan, dalam kaitannya dengan keadaan dukungan ujung dan dukungan antara adalah mirip dengan balok. Tergantung pada bentuk panel pelat yang ditinjau, yaitu perbandingan antara panjang pada lebarnya, desain mungkin dilakukan sebagai penegangan satu arah saja, atau dalam dua arah yang biasanya tegak lurus satu dengan yang lain. Di dalam praktek, suatu pelat yang yang direncanakan membentang satu arah saja akan mencoba, menurut beberapa tingkat kemampuannya untuk menegang pada arah lain mengikat sifat alamiah konstruksi sebagai satu kesatuan. Oleh karena itu, tulangan yang jumlahnya minimum dipasang pada arah tegak lurus terhadap tulangan utama. Peletakan tulangan atas dan tulangan bawah pelat adalah serupa dengan peletakannya pada balok.

Penulangan Balok

Pembebanan pada sebuah balok menaikkan tegangan tarik, desak dan geser, sedemikian rupa sehingga pemikiran desain sebuah balok merupakan suatu penghantar yang mudah pada prinsip elementer desain beton bertulang.
Dalam tujuan desain, kuat tarik beton yang kecil itu diabaikan, oleh karena itu satu balok beton, yang mampu memikul desakan di atas sumbu netral, tak mempunyai kemampuan yang berarti dalam menahan tarikan di bawah sumbu ini. Agar supaya balok dapat berfungsi dengan baik, pada daerah tarik harus diberi suatu tahanan atau dengan kata lain, luasan balook di bagian ini harus ditulangi.
Bilamana batang tulangan ditempatkan pada bagian bawah balok, tepatnya di dekat permukaan tarik yang terluar, kekuatan balok tak lagi dibatasi oleh kuat tarik beton dan pemberian tulangan untuk mencegah geseran horisontal, sehingga balok dapat menjadi kuat baik di dalam menahan tarikan maupun desakan. Agar supaya dapat memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dari tulangan, maka harus dipasang sedekat

Jumat, 16 Agustus 2013

Penulangan Kolom

Kolom adalah komponen struktur bangunan yang bertugas menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.
Kolom beton yang pendek dan tidak bertulang mampu untuk membawa beban aksial yang besar, karena tegangan yang dihasilkannya merupakan desakan saja dan panjangnya yang tidak seberapa menghindarkan pelengkungan sisinya atau tekuk. Pemberian tulangan longitudinal akan meningkatkan kapasitas dukungan beban dari kolom tersebut, atau tanda beban yang diberikan akan memungkinkan penggunaan kolom yang luas penampang lintangnya lebih kecil. Di dalam praktek pada hakekatnya tak mungkin untuk menjamin bahwa beban akan tetap aksial dan dengan demikian tiada momen yang terjadi pada pertemuan balok dengan kolom. Dapat ditambahkan bahwa kolom seringkali ramping. Kesemuanya ini mempengeruhi lenturan sebuah kolom dengan akibat timbulnya tegangan tarik. Oleh karena itu kolom beton diberi tulangan untuk menghindari retak atau terjadinya reruntuhan.

Fungsi Penulangan pada Struktur Beton

Beton adalah batu buatan yang kuat sekali menerima tekanan tetapi sangat lemah apabila menerima gaya tarik. Jadi sifat-sifat beton sangat baik apabila hanya menerima gaya tekan, seperti pada kolom. Tetapi setelah beton tersebut menerima lenturan, seperti pada balok atau pelat, akan timbul sifat-sifat lain yang tampak seperti pada karet busa. Satu sisi pada beton lubang-lubang porinya tertekan sedangkan pada sisi yang lain ubang-lubang tersebut tertarik. Daerah yang tertekan terletak pada bagian yang tertarik pada sebelah luarnya.
Karena beton sangat lemah dalam menerima gaya tarik, maka beton tersebut tidak mampu menerima gaya tarik sehingga mengakibatkan terjadinya retak-retak yang lama-lama bisa mengakibatkan elemen beton akan pecah.
Untuk menjaga retak lebih lanjut serta pecahnya balok tersebut, diperlukan pemasangan tulangan-tulangan baja pada daerah yang tertarik dan daerah dimana beton akan mengalami retak-retak. Alasan menggunakan tulangan baja ialah karena baja sangat baik dan mampu menerima gaya tarik.
Pada beton bertulang, kita memanfaatkan sifat-sifat baik beton dalam menerima tekanan serta memakai tulangan pada daerah-daerah yang menerima gaya tarik.
Jadi tulangan pada konstruksi beton sangat diperlukan untuk menahan gaya tarik yang terjadi, maka dari itu diperlukan luasan tulangan minimum pada penampang beton bruto. Dengan mengetahui φ tulangan minimum yang harus terpasang, maka konstruksi relatif aman untuk dilaksanakan.

Pekerjaan Penulangan

Gaya Tarik pada Beton

Perlu diketahui bahwa pada beton bertulang, tulangan-tulangan baja tersebut tidak mencegah retakan-retakan pada daerah beton bertulang yang menerima tarikan tetapi hanya mencegahnya dari retakan-retakan yang lebih besar (yang dapat terlihat jelas dengan kaca pembesar atau microscope) sehingga mencegah

Pengertian dan Fungsi Besi Beton

Pengertian Besi Beton
Besi beton merupakan besi yang digunakan untuk penulangan konstruksi beton atau yang lebih dikenal sebagai beton bertulang. Beton bertulang yang mengandung batang tulangan dan direncanakan berdasarkan anggapan bahwa bahan tersebut bekerja sama dalam memikul gaya-gaya. Beton bertulang bersifat unik dimana dua jenis bahan yaitu besi tulangan dan beton dipakai secara bersamaan. Tulangan menyediakan gaya tarik yang tidak dimiliki beton dan mampu menahan gaya tekan.
Secara umum besi beton tulangan mengacu pada dua bentuk yaitu besi polos (plain bar) dan besi ulir (deformed bar/BJTD). Besi polos adalah besi yang memiliki penampang bundar dengan permukaan licin atau tidak bersirip. Besi ulir atau besi tulangan beton sirip adalah batang besi dengan bentuk permukaan khusus berbentuk sirip melintang (puntir/sirip ikan) atau rusuk memanjang (sirip teratur/bambu) dengan pola tertentu, atau batang tulangan yang dipilin pada proses produksinya.

Besi Beton Polos

Tulangan ulir, yang diberi ulir melalui proses rol pada permukaannya (polanya berbeda tergantung dari pabrik pembuatnya) untuk mendapatkan ikatan (bonding) yang lebih baik antara tulangan dan beton yang digunakan pada hampir semua aplikasi dibandingkan dengan tulangan polos dengan luas penampang sama. Bentuk ulir berupa sirip meningkatkan daya lekat guna menahan gerakan dari batang secara relatif terhadap beton.

Perkerasan Jalan

PENDAHULUAN
Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan ikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Agregat yang dipakai:
  • Batu pecah
  • Batu belah
  • Batu kali
  • Hasil samping peleburan baja
Bahan ikat yang dipakai:
  • Aspal
  • Semen
  • Tanah liat

LAPISAN PERKERASAN JALAN
Berdasarkan bahan ikat, lapisan perkerasan jalan dibagi atas dua kategori:
  1. Lapisan perkerasan lentur (flexible pavement)